kangen masa-masa di STAN dulu..

Published Maret 5, 2012 by anggy jelita

Sore ini di tepian kota Jakarta..

Gerimis..

tetiba ingat masa-masa jaman masih kuliah di suatu sekolah yang bener-bener gag nyangka sumur hidup, mimpi aja engga bisa diterima disini.. yuph, Indonesian State College of Accountancy atau bahasa Indonesianya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).. (bahasa Inggrisnya copas dari status Fesbuk temen.. maaph😀 )…

bener- bener ga kebayang rasanya gimana ketika pada siang itu sekitar pukul setengah dua siang, datang seorang petugas TIKI dari Semarang yang membawakan sepucuk surat bertuliskan namaku.. waktu itu yang menerima surat itu adalah ibuku.. dan ketika ibuku menghampiriku, kami membuka surat itu bersama-sama.. dan ternyata.. terlihat kop surat itu Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Departemen Keuangan Republik Indonesia… tak sabar akhirnya kamipun membacanya.. dan… jeng jeng jeeeeenggg……

surat itu berisikan kalau aku terpanggil untuk mengikuti tes psikotes di STAN sebagai mahasiswi Program Profesi Penaksir Pegadaian Diploma I. waktu itu aku masih cuek mengingat statusku saat itu adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang akan naik tingkat ke tingkat 2 dengan jurusan kependudukan. mengapa cuek? karena aku diterima di STAN dalam Diploma I sementara aku di STIS menjalani kuliah dalam derajat Diploma IV… (jauh banget kan?)…

beberapa saat kemudian sekitar pukul 2 siang, ayahku pulang dari kantor, dan ketika diberi kabar itu oleh ibuku, beliau langsung dengan mantapnya berkata bahwa aku lebih baik mngikuti tes tersebut. beliau memiliki alasan tersendiri mengapa aku diminta untuk mengikuti perkuliahan di STAN meskipun hanya Diploma I dibandingkan di STIS yang Diploma IV yang secara otomatis lulusannya akan menjadi PNS dengan golongan IIIa. beliau beralasan bahwa jika di STIS, resikonya lebih besar, karena kemungkinan besar aku akan ditempatkan di luar pulau jawa (tinggal di jakarta yang jauh dari orang tua saja aku sudah tidak kerasan, gimana lebih jauh lagi????😦 ) kedua, beliau menginginkan aku lebih cepat bekerja, karena akupun tetap dapat melanjutkan kuliah S1 sambil bekerja nantinya.

akhirnya akupun mengikuti apa kemauan ayahku, aku lulus, diterima sebagai mahasisiwi Diploma I STAN dan terpaksa meninggalkan dunia kestatistikan di STIS, Jalan Otista Raya no 64c… meninggalkan semua teman-temanku yang hampir di setiap pulau di negeri ini ada, meningalkan baju kebesaranku berpangkat 1, meninggalkan kosku yang makin lama makin tak berpenghuni karena si ibu kos tak mampu memperbaiki dan tak mau nurunin harga koskosan😀

dan akupun pindah ke STAN..

betapa sulitnyaaaaa mencari kosan perempuan di daerah sekitar kampus STAN Jurangmangu, bayangkan saja disetiap kos kosan yang dikunjungi rata-rata kosan laki-laki! maklumlah prosentasi mahasiswa disana memang jauh lebih besar dibanding mahasiswinya, bisa 9 : 1 (kata seorang teman waktu itu..)..

akhirnya, dipenghujung pencarianku (sperti lagunya ungu yaa… ehehehee) aku dapat kosan (tapi ini kosan cowok sebenarnya)… alhamdulillahnya lagi , kamarku nggak nyatu ama kamar mereka, ada tmen ceweknya juga.. jadi kamar cewak itu di taruh di luar, meskipun bagian atasnya dan sampingnya ada kos cowoknya juga.

dari kamarku itu, aku dapat melihat anak-anak STAN tiap sore bermain bola di lapangan bola dekat kos, dapat mendengar tiap tengah malam ada yang masi mendengarkan kaset yang sama entah lagu siapa (mungkin sambil belajar), tapi aku masi ingat lagunya seperti apa, masih ingat gimana Fairus, anak bapak kos yang tinggal di sebelahku suka genjrang genjreng ga karuan sama teman-teman bandnya, yang katanya udah mau rekaman tapi sampai sekarang ga ada realitanya😀 .. dan si Fairus ini adalah hobi meminjam kaset Sheila On 7 punyaku yang sampai sekarangpun entah dimana ga pernah dikembaliin.. sampai pada akhirnya tembok samping kos jebol gegara gag mampu nahan air hujan, dan barulah sadar kalau itu adalah sebuah kuburan keluarga X_X kasetku ikutan hanyut (katanya) ..:(

kebetulan kamarku berlawanan arah dengan kamar anak anak kos dalam yang semuanya laki-laki, jadi kadang mereka sering meledekku ketika tanpa sadar suara merduku ketika sedang bernyanyi terdengar sampai kamar sebelah.. X_X  dan yang paling sering aku nyanyikan waktu itu hanyalah lagunya Acha dan Irwansyah… hahahaaaa

hal utama yang selalu menjadi masalah dalam kosku waktu itu adalah LISTRIK! Ya, listrik pembayarannya entah kenapa selalu bermasalah,padahal masing-masing dari kami para penghuni kos itu selalu membayarkan tepat waktu kepada bapak kos. dan usut punya usut ternyata memang ada pihak pihak yang menyalahgunakan dana tersebut… listrik oh listrik… sampai sampai akun friendster kost kami waktu itu menggunakan “LISTRIK” sebagai paswordnya…. hahahaaa

dimana ya teman-temanku dulu?? sudah jadi apa ya mereka sekarang? mungkin sudah memiliki segalanya, mungkin sudah tercapai apa yang mereka harapkan, dan mungkin saat ini sedang merasaakan penempatan yang jauh dari kampung halaman..

harapanku, semoga kelak aku bisa bertemu lagi dengan mereka dalam suasana yang membahagiakan…

amiin

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: